Rabu, 15 Januari 2014

ETNOGRAFI "Desa Margoyoso Kalinyamatan Jepara"

Gambaran umum
Geografis, Demografi, Potensi Daerah.
1. Geografis
Desa margoyoso yang terletak dikecamatan kalinyamatan kabupaten Jepara mempunyai luas keseluruhan desa 126, 622 Ha dengan batas sebelah utara desa krasak dan banyuputih yang perbatasannya dengan ditandai sungai, sebelah selatan dengan desa kriyan dan bakalan yang perbatasannya dengan di tandai Jalan raya, sebelah barat dengan desa sendang yang perbatasannya dengan di tandai jalan raya, sebelah timur dengan desa Pendosawalan yang perbatasannya dengan sungai.

Desa margoyoso dengan jarak pusat pemerintahan, dari jarak balai desa margoyoso kecamatan sangat lah dekat sekali karena cuma dipisahkan oleh jalan raya, untuk balai desa margoyoso dengan jarak pusat pemerintahan kabupaten 18 Km untuk jarak balai desa margoyoso dengan jarak pusat pemerintahan provinsi 52 KM dan untuk jarak balai desa margoyoso dengan jarak pusat pemerintahan negara 537 KM, desa margoyoso mempunyai tanah kas desa 1.700 Ha.

2. Demografi
Desa Margoyoso memiliki jumlah penduduk 7.507 Jiwa dengan jenis kelamin laki-laki 3.579 jiwa dan perempuan 3.478 Jiwa dengan jumlah kartu keluarga (KK) 1.814, dari data itu semua penduduk margoyoso ber kewarganegaraan indonesia (WNI) semua, desa margoyoso mempunyai jumlah 22 Rt dan 03 Rw kebanyakan penduduk margoyoso memeluk agama islam hanya sebagian kecil yang memeluk agama kristiani, tidak ada yang memeluk agama hindu dan agama budha.

3. Potensi Daerah
A. Industri
Desa Margoyoso memliki potensi daerah industri kebanyakan industri ini adalah industri ke-emasan hal itu sudah sejak dari tahun 70-an.

B. Pertanian
Desa margoyoso memliki potensi daerah pertanian karena adanya lahan-lahan yang di tanami padi dan macam-macam sayuran, karena juga tanah kas desa juga ada sebesar 1.700 Ha yang di tanami tanaman-tanaman, desa margoyoso ini dalam hal pertanian kebanyakan lahannya di tanami padi karena dekat dengan sungai sehingga memudahkan untuk mengaliri sawah dengan air dan banyak nya buruh tani di desa margoyoso itu sendiri.

C. Perdagang
Desa margoyoso juga memiliki potensi di sektor perdangan, banyak masyarakat yang berpotensi berdagang dari berdagang pakaian, makanan dan buah-buhan, kebanyakan penduduk pada jualan makanan (gorengan dan lauk pauk), akses yang sangat mudah untuk menuju pasar kalinyamatan banyak yang berjualan di pasar juga.

Arti Kata Margoyoso dan Asal Usul Kecamatan Kalinyamatan
Kata Margo yang berarti karena dan Yoso yang berarti mempunyai jadi desa margoyoso adalah desa yang mempunyai segala sesuatu. Asal mula nama kecamatan Kalinyamatan diambilkan dari nama Ratu Kalinyamat. Karena daerah Kalinyamatan merupakan bekas Kerajaan Kalinyamat, dengan dibuktikan banyaknya reruntuhan seperti benteng yang mengelilingi beberapa Desa di daerah Kalinyamatan diantaranya Robayan, Kriyan, Bakalan, Margoyoso, Purwogondo,sendang peninggalan lain seperti siti inggil Ratu Kalinyamat di Desa Kriyan Kalinyamatan.

Menurut sampai beberapa generasi sampai sekarang, ceritanya ketika Ratu Kalinyamat sedang sedih, susah maka beliau menghibur diri dengan berjalan keliling istana dengan menaiki kereta kencana yang berjalan diatas benteng yang ketebalan tembok benteng tersebut mencapai 4 meter sehingga bisa di lalui oleh kereta kencana beliau, peninggalan lain berupa sitinggil di Desa Kriyan.

Desa Kriyan merupakan pusat kerajaan pada waktu itu dengan berdirinya sebuah Masjid (Al- Ma’mur) selain itu di Desa Kriyan waktu itu banyak dihuni orang- orang penting dan kaum bangsawan. Karena suami dari ratu Kalinyamat adalah keturunan china, maka di daerah Kriyan banyak warga China, namun sekarang mereka sudah pindah daerah lain, namun kerajinan monel yang diwariskan sampai sekarang masih terkenal sampai keluar negeri.

Pada pemerintahan Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin pembangunan kerajaan mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang antara lain agama Islam, Sosial, Pertahanan dan Keamanan, serta kebudayaan terutama seni ukir. Dalam menjalankan pemerintahaannya di pusatkan di Kalinyamat sedangkan untuk tempat pesanggrahan atau peristirahatan dan pertapaan di desa Mantingan yang sekarang menjadi makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat beserta keluarganya.


Bahasa
Bahasa desa margoyoso menggunakan Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia tapi kebanyakan penduduk disana menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari karena dari kecil penduduk disana mengajarkan anak-anak nya untuk pertama kali bicara menggunakan bahasa Jawa.

Seperti dengan unggah-ungguh bahasa jawa pada umumnya di desa margoyoso dalam berbahasa di beda-bedakan bahasa jawa untuk orang yang sederajat, bahasa jawa untuk orang yang lebih tua darinya dan bahasa jawa untuk orang yang lebih muda darinya.

Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk bersuku jawa di daerah jawa tengah, jawa timur dan sedikit dari jawa barat. Bahasa jawa yang bersifat halus kini pada zaman sekarang bahasa jawa sudah beredar sampai ke seluruh indonesia, malahan ada juga negara yang sudah termasuki oleh bahasa jawa.

Desa margoyoso juga sering menggunakan bahasa indonesia meski yang menggunakan para kaum Muda dan masyarakat pindahan dari kota, tapi dalam sehari-hari masyarakat tetap menggunakan bahasa jawa dalam kegiatannya seperti berdagang,pergi ke balai desa, pengumuman orang meninggal di masjid dan pengumuman kalau ada khajatan.

Sistem Teknologi
Teknologi dalam bekerja

Desa margoyoso terkenal dengan kemasannya alat yang di samping adalah alatyang di gunakan untuk menggiling pasi-pasir sungai yang mengandung sedikit emas, alat ini dihidupkan dengan mesin (Dinamo) yang ada di belakangnya, meskipun menggunakan alat sebesar ini dalam mencari emas 2-3 karung baru mendapat sedikit.

            Desa margoyoso juga terdapat orang-orang yang berkerja membuat cincin akek, peralatan yang di samping adalah peralatan yang di gunakan ada Palu, tank, gas, air, dan tempat untuk membuat cincin itu, peralatn yang lancip itu untuk melubangi cincin yang tumpul untuk memupihkan cincin yang awalnya hanya persegi panjang yang kecil. Prosempembuatan cincin sampai jadi sangat lama sekali setelah proses ini ada  pemilahan setelah itu ada proses penghalusan.

Teknologi dalam kehidepan sehari-hari

Desa margoyoso dalam kehidupan sehari seperti masak ada yang masih menggukan kayu sebagai alat untuk pembakaran di kelilingi oleh batu bata, dalam pemasakan nasipun masih tada yang trdisional menggunakan panci tidak menggunakan alat-alat canggih pada masa sekarang, ada juga yang menggunakan batok kelapa sebagai alat pembakaranya, biasanya batok kelapa itu digunakan untuk masayarakat margoyoso berjualan ikan yang sudah di bakar dengan menggukan batok kelapa tersebut yang sudah di keringkan, dalam memasak juga masih ada yang menggunakan susuk kayu, dalam mengasah pisau juga masih menggunakan sarana batu.

Teknologi dalam transportasi

Desa margoyoso dalam transportasi masih ada yang menggunaka tansportasi tradisional untuk mencapai sebuah tujuan, seperti ibu-ibu yang ke pasar naik sepeda, dan sering juga setelah dari pasar menggunakan sarana transportasi sepeda sering kali ada penjual yang makanan yang keliling menggunakan sepeda, dengan ciri-ciri tanya seorang penjual itu teriak-teriak kalau lewat, ada juga yang membunyikan terompet.

Di samping sarana tranportasi itu ada juga yang masih suka jalan kalau ke pasar padahal desa margoyoso dekat dengan jalan raya, meskipun jauh tetap pada jalan dengan membawa tempat bawaan belanja (anteng) setelah kembalipun ada juga yang masih jalan kaki ada juga yang mengguakan becak yang masih trsdisional dan ada juga yang menggunaka sarana transportasi dokar (kereta kuda)

Organisasi Sosial

Desa margoyoso dalam organisasi sosial ada kumpulan Pemuda ansor itu sejenis karang taruna yang melibatkan agama di dalamnya anggotanya para anak-anak muda dan di samping ada organisasi yang besar ada juga organisasi yang kecil seperti kumpulan RT atau organisasi kepengurusan sebuah masjid dan musollah.

Didalam kumpulan RT banyak warga yang berbaur didalamnya karena dengan begitu bisa lebih saling mengakrabkan dan biasanya untuk mengadakan mau di selengarakan sebuah acara di bahas dalam kumpulan RT.

Untuk yang kepengurusan Masjid dan Musollah kebanyakan hanya orang-orang penting saja yang ikut dalam kepengurusan seperti kyai, kerua Rt dan orang-orang yang telah di percayai dalam masyarakat, dalam kepengurusan ini steiap 1 bulan sekali mengadakan amal untuk anak yatim piyatu yang ada dalam desa margoyoso.

Organisasi besar yang ada didesa margoyoso seperti PNPM mandiri, Koperasi, NU dan lain-lain, organisasi-organisasi yang besar itu semua lingkupnya satu desa ada juga yang lingkupnya luar desa, PNPM mandiri organisasi yang tipenya seperti bantuan kepada desa dengan mengajukan proposal untuk membangun sarana dan prasarana kadang juga meminjamkan modal untuk usaha baru kemarin pembelian mesin jahit dengan uang yang dicicil (kredit)

Sistem pengetahuan, Kebudayaan dan religi
Sistem pengetahuan

Sistem pengetahuan di desa margoyoso sudah lumayan karena di dalam desa terdapat sekolah-sekolah swasta untuk menunjang kehidupan di masa depan nanti, di antaranya ada SDN 1-4 Margoyoso, MTS al-falah, MA al-falah, ada juga Paud ananda dan TK alquran tasywiquttulab. Disamping pengeahuan dalam pendidikan sistem pengetahuan di desa margoyoso pengetahuan dalam bidang peternakan, dengan pengetahuan dalam peternakan bisa mnghasilkan apa yang diperoleh dari peternakan tersebut sehingga masyarakat menjadi produktif dalam kegiatan sehari-hari, dan ada juga pengolahan tanah menjadi batu bata dengan menggunaka sistem tradisional, memanfaatkan matahari yang panas pembuatan batu bata yang dibuat akan menjadi lebih padat dan keras, dalam menggunakan teknologi yang tradisional seperti cetakan kotak dari kayu dan nanti di susun rapi setelah itu di bakar agar lebih keras lagi memerlukan proses yang lama.

Kebudayaan dan religi

Desa margoyoso terdapat kebudayaan yang disebut dengan "Turun Tanah" yang diadakan jika ada anak yang baru bisa jalan, dengan turun tanah itu anak tersebut di doakan agar nanti bisa menjadi anak yang tepat dalam melangkah dan keselamatannya, acara ini menggunakan uang recehan yang nanti akan di sebar sebelum itu seorang kyai memberikan doa-doa ke uang recehan dan ada bunganya uang recehan itu di campur dengan beras kuning, biasanya anak itu diletakan dalam ember yang di tutupi oleh kandang ayam, ada juga yang sebelum itu berjalan dulu di atas 3 gemblong (makan tradisional) dengan warna yang berbeda beda.
Disamping ada kebudayan turun tanah ada juga kebudayaan yang religi contohnya seperti mendoakan ke makam setiap hari kamis sore ada juga yang jum'at dengan membacakan surat yasin dan berdoa kepada tuhan agar orang yang sudah meninggal masuk surga atau di terima disisnya, kadang juga tradisi ini bukan dilakukan setiap kamis sore atau jum'at.

Kadang ada juga yang kemakam selam 7 hari meninggal, pagi-pagi sekitar jam 6 berangakat ke makam dengan membacakan doa-doa setelah itu kembali kerumah duka dengan makan yang telah di sediakan rumah duka, di samping itu juga setiap malam nya nati akan diadakan doa bersama atau sering di sebut dengan tahlilan selam 7 hari biasanya hari 3 nanti akan mendapat makanan ringan dan hari ke 7 nati akan mendapat beras, telor, mie dan lain-lain.

elian itu ada sebuah tradisi yang di namakan "Barik an" katanya tradisi ini dilakukan kalau nanti pak petinggi dapat mimpi buruk tentang desa, nanti jum'at wage ada pengumuman dari masjid kalau nanti akan diadakan barik an, nanti semua oranga pada berkumpul di makam yang dianggap yang telah berperan dalam desa itu, seperti makam yang ada di samping nama nya adalah makan "Mbah Wadang" nanti setelah sholat jum'at masyarakat berbondong-bondog ke makam mbah wadang dengan membawa nasi dengan lauk ikan asin telor putih dan jangan-janganan yang nanti di doakan kyai dan di makan bersama di tempat itu dengan tujuan untuk memperoleh keselamatan, selain makam mbah wadang ada juga makam mbah temenggung cendol dan mbah petinggi. Selian itu itu tradisi untuk memperingati 40 ,100,1000 hari kematian biasany diadakan doa bersama, ada juga 7 bulan mengandung diadakan slametan, sebelum punya gawe "mau melakukan pernikahan/sunatan" diadakan khajatan, sebelum kahajatan itu juga adanya ke makam mbah wadang untuk meminta kelancaran. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar