Gambaran umum
Geografis, Demografi, Potensi Daerah.
1. Geografis
Desa margoyoso yang terletak dikecamatan kalinyamatan kabupaten Jepara
mempunyai luas keseluruhan desa 126, 622 Ha dengan batas sebelah utara desa
krasak dan banyuputih yang perbatasannya dengan ditandai sungai, sebelah
selatan dengan desa kriyan dan bakalan yang perbatasannya dengan di tandai
Jalan raya, sebelah barat dengan desa sendang yang perbatasannya dengan di
tandai jalan raya, sebelah timur dengan desa Pendosawalan yang perbatasannya
dengan sungai.
Desa
margoyoso dengan jarak pusat pemerintahan, dari jarak balai desa margoyoso
kecamatan sangat lah dekat sekali karena cuma dipisahkan oleh jalan raya, untuk
balai desa margoyoso dengan jarak pusat pemerintahan kabupaten 18 Km untuk
jarak balai desa margoyoso dengan jarak pusat pemerintahan provinsi 52 KM dan
untuk jarak balai desa margoyoso dengan jarak pusat pemerintahan negara 537 KM,
desa margoyoso mempunyai tanah kas desa 1.700 Ha.
2. Demografi
Desa Margoyoso memiliki jumlah penduduk 7.507 Jiwa dengan jenis kelamin laki-laki
3.579 jiwa dan perempuan 3.478 Jiwa dengan jumlah kartu keluarga (KK) 1.814,
dari data itu semua penduduk margoyoso ber kewarganegaraan indonesia (WNI)
semua, desa margoyoso mempunyai jumlah 22 Rt dan 03 Rw kebanyakan penduduk
margoyoso memeluk agama islam hanya sebagian kecil yang memeluk agama
kristiani, tidak ada yang memeluk agama hindu dan agama budha.
3. Potensi Daerah
A. Industri
Desa Margoyoso memliki potensi daerah industri kebanyakan industri ini adalah
industri ke-emasan hal itu sudah sejak dari tahun 70-an.
B.
Pertanian
Desa margoyoso memliki potensi daerah pertanian karena adanya lahan-lahan
yang di tanami padi dan macam-macam sayuran, karena juga tanah kas desa juga
ada sebesar 1.700 Ha yang di tanami tanaman-tanaman, desa margoyoso ini dalam
hal pertanian kebanyakan lahannya di tanami padi karena dekat dengan sungai
sehingga memudahkan untuk mengaliri sawah dengan air dan banyak nya buruh tani
di desa margoyoso itu sendiri.
C.
Perdagang
Desa
margoyoso juga memiliki potensi di sektor perdangan, banyak masyarakat yang
berpotensi berdagang dari berdagang pakaian, makanan dan buah-buhan, kebanyakan
penduduk pada jualan makanan (gorengan dan lauk pauk), akses yang sangat mudah
untuk menuju pasar kalinyamatan banyak yang berjualan di pasar juga.
Arti Kata Margoyoso dan Asal Usul
Kecamatan Kalinyamatan
Kata Margo yang berarti karena dan Yoso yang berarti mempunyai jadi desa
margoyoso adalah desa yang mempunyai segala sesuatu. Asal mula nama kecamatan
Kalinyamatan diambilkan dari nama Ratu Kalinyamat. Karena daerah Kalinyamatan
merupakan bekas Kerajaan Kalinyamat, dengan dibuktikan banyaknya reruntuhan
seperti benteng yang mengelilingi beberapa Desa di daerah Kalinyamatan
diantaranya Robayan, Kriyan, Bakalan, Margoyoso, Purwogondo,sendang peninggalan
lain seperti siti inggil Ratu Kalinyamat di Desa Kriyan Kalinyamatan.
Menurut
sampai beberapa generasi sampai sekarang, ceritanya ketika Ratu Kalinyamat
sedang sedih, susah maka beliau menghibur diri dengan berjalan keliling istana
dengan menaiki kereta kencana yang berjalan diatas benteng yang ketebalan
tembok benteng tersebut mencapai 4 meter sehingga bisa di lalui oleh kereta
kencana beliau, peninggalan lain berupa sitinggil di Desa Kriyan.
Desa
Kriyan merupakan pusat kerajaan pada waktu itu dengan berdirinya sebuah Masjid
(Al- Ma’mur) selain itu di Desa Kriyan waktu itu banyak dihuni orang- orang
penting dan kaum bangsawan. Karena suami dari ratu Kalinyamat adalah keturunan
china, maka di daerah Kriyan banyak warga China, namun sekarang mereka sudah
pindah daerah lain, namun kerajinan monel yang diwariskan sampai sekarang masih
terkenal sampai keluar negeri.
Pada
pemerintahan Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin pembangunan kerajaan mengalami
kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang antara lain agama Islam, Sosial,
Pertahanan dan Keamanan, serta kebudayaan terutama seni ukir. Dalam menjalankan
pemerintahaannya di pusatkan di Kalinyamat sedangkan untuk tempat pesanggrahan
atau peristirahatan dan pertapaan di desa Mantingan yang sekarang menjadi makam
Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat beserta keluarganya.
Bahasa
Bahasa
desa margoyoso menggunakan Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia tapi kebanyakan
penduduk disana menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari karena dari
kecil penduduk disana mengajarkan anak-anak nya untuk pertama kali bicara
menggunakan bahasa Jawa.
Seperti
dengan unggah-ungguh bahasa jawa pada umumnya di desa margoyoso dalam berbahasa
di beda-bedakan bahasa jawa untuk orang yang sederajat, bahasa jawa untuk orang
yang lebih tua darinya dan bahasa jawa untuk orang yang lebih muda darinya.
Bahasa
Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk bersuku jawa di daerah jawa tengah,
jawa timur dan sedikit dari jawa barat. Bahasa jawa yang bersifat halus kini
pada zaman sekarang bahasa jawa sudah beredar sampai ke seluruh indonesia,
malahan ada juga negara yang sudah termasuki oleh bahasa jawa.
Desa
margoyoso juga sering menggunakan bahasa indonesia meski yang menggunakan para
kaum Muda dan masyarakat pindahan dari kota, tapi dalam sehari-hari masyarakat
tetap menggunakan bahasa jawa dalam kegiatannya seperti berdagang,pergi ke
balai desa, pengumuman orang meninggal di masjid dan pengumuman kalau ada
khajatan.
Sistem Teknologi
Teknologi dalam bekerja
Desa margoyoso terkenal dengan kemasannya alat yang di samping adalah
alatyang di gunakan untuk menggiling pasi-pasir sungai yang mengandung sedikit
emas, alat ini dihidupkan dengan mesin (Dinamo) yang ada di belakangnya,
meskipun menggunakan alat sebesar ini dalam mencari emas 2-3 karung baru
mendapat sedikit.
Desa margoyoso juga
terdapat orang-orang yang berkerja membuat cincin akek, peralatan yang di
samping adalah peralatan yang di gunakan ada Palu, tank, gas, air, dan tempat
untuk membuat cincin itu, peralatn yang lancip itu untuk melubangi cincin yang
tumpul untuk memupihkan cincin yang awalnya hanya persegi panjang yang kecil.
Prosempembuatan cincin sampai jadi sangat lama sekali setelah proses ini
ada pemilahan setelah itu ada proses
penghalusan.
Teknologi dalam kehidepan sehari-hari
Desa
margoyoso dalam kehidupan sehari seperti masak ada yang masih menggukan kayu
sebagai alat untuk pembakaran di kelilingi oleh batu bata, dalam pemasakan
nasipun masih tada yang trdisional menggunakan panci tidak menggunakan
alat-alat canggih pada masa sekarang, ada juga yang menggunakan batok kelapa
sebagai alat pembakaranya, biasanya batok kelapa itu digunakan untuk
masayarakat margoyoso berjualan ikan yang sudah di bakar dengan menggukan batok
kelapa tersebut yang sudah di keringkan, dalam memasak juga masih ada yang
menggunakan susuk kayu, dalam mengasah pisau juga masih menggunakan sarana
batu.
Teknologi dalam transportasi
Desa
margoyoso dalam transportasi masih ada yang menggunaka tansportasi tradisional
untuk mencapai sebuah tujuan, seperti ibu-ibu yang ke pasar naik sepeda, dan
sering juga setelah dari pasar menggunakan sarana transportasi sepeda sering
kali ada penjual yang makanan yang keliling menggunakan sepeda, dengan
ciri-ciri tanya seorang penjual itu teriak-teriak kalau lewat, ada juga yang
membunyikan terompet.
Di
samping sarana tranportasi itu ada juga yang masih suka jalan kalau ke pasar
padahal desa margoyoso dekat dengan jalan raya, meskipun jauh tetap pada jalan
dengan membawa tempat bawaan belanja (anteng) setelah kembalipun ada juga yang
masih jalan kaki ada juga yang mengguakan becak yang masih trsdisional dan ada juga
yang menggunaka sarana transportasi dokar (kereta kuda)
Organisasi Sosial
Desa
margoyoso dalam organisasi sosial ada kumpulan Pemuda ansor itu sejenis karang
taruna yang melibatkan agama di dalamnya anggotanya para anak-anak muda dan di
samping ada organisasi yang besar ada juga organisasi yang kecil seperti
kumpulan RT atau organisasi kepengurusan sebuah masjid dan musollah.
Didalam
kumpulan RT banyak warga yang berbaur didalamnya karena dengan begitu bisa
lebih saling mengakrabkan dan biasanya untuk mengadakan mau di selengarakan
sebuah acara di bahas dalam kumpulan RT.
Untuk
yang kepengurusan Masjid dan Musollah kebanyakan hanya orang-orang penting saja
yang ikut dalam kepengurusan seperti kyai, kerua Rt dan orang-orang yang telah
di percayai dalam masyarakat, dalam kepengurusan ini steiap 1 bulan sekali
mengadakan amal untuk anak yatim piyatu yang ada dalam desa margoyoso.
Organisasi
besar yang ada didesa margoyoso seperti PNPM mandiri, Koperasi, NU dan
lain-lain, organisasi-organisasi yang besar itu semua lingkupnya satu desa ada
juga yang lingkupnya luar desa, PNPM mandiri organisasi yang tipenya seperti
bantuan kepada desa dengan mengajukan proposal untuk membangun sarana dan
prasarana kadang juga meminjamkan modal untuk usaha baru kemarin pembelian
mesin jahit dengan uang yang dicicil (kredit)
Sistem pengetahuan, Kebudayaan dan
religi
Sistem pengetahuan
Sistem pengetahuan di desa margoyoso sudah lumayan karena di dalam desa
terdapat sekolah-sekolah swasta untuk menunjang kehidupan di masa depan nanti,
di antaranya ada SDN 1-4 Margoyoso, MTS al-falah, MA al-falah, ada juga Paud
ananda dan TK alquran tasywiquttulab. Disamping pengeahuan dalam pendidikan
sistem pengetahuan di desa margoyoso pengetahuan dalam bidang peternakan, dengan
pengetahuan dalam peternakan bisa mnghasilkan apa yang diperoleh dari
peternakan tersebut sehingga masyarakat menjadi produktif dalam kegiatan
sehari-hari, dan ada juga pengolahan tanah menjadi batu bata dengan menggunaka
sistem tradisional, memanfaatkan matahari yang panas pembuatan batu bata yang
dibuat akan menjadi lebih padat dan keras, dalam menggunakan teknologi yang
tradisional seperti cetakan kotak dari kayu dan nanti di susun rapi setelah itu
di bakar agar lebih keras lagi memerlukan proses yang lama.
Kebudayaan dan religi
Desa margoyoso terdapat kebudayaan yang disebut dengan "Turun
Tanah" yang diadakan jika ada anak yang baru bisa jalan, dengan turun
tanah itu anak tersebut di doakan agar nanti bisa menjadi anak yang tepat dalam
melangkah dan keselamatannya, acara ini menggunakan uang recehan yang nanti
akan di sebar sebelum itu seorang kyai memberikan doa-doa ke uang recehan dan
ada bunganya uang recehan itu di campur dengan beras kuning, biasanya anak itu
diletakan dalam ember yang di tutupi oleh kandang ayam, ada juga yang sebelum
itu berjalan dulu di atas 3 gemblong (makan tradisional) dengan warna yang
berbeda beda.
Disamping ada kebudayan turun tanah ada juga kebudayaan yang religi
contohnya seperti mendoakan ke makam setiap hari kamis sore ada juga yang
jum'at dengan membacakan surat yasin dan berdoa kepada tuhan agar orang yang
sudah meninggal masuk surga atau di terima disisnya, kadang juga tradisi ini
bukan dilakukan setiap kamis sore atau jum'at.
Kadang ada juga yang
kemakam selam 7 hari meninggal, pagi-pagi sekitar jam 6 berangakat ke makam
dengan membacakan doa-doa setelah itu kembali kerumah duka dengan makan yang
telah di sediakan rumah duka, di samping itu juga setiap malam nya nati akan
diadakan doa bersama atau sering di sebut dengan tahlilan selam 7 hari biasanya
hari 3 nanti akan mendapat makanan ringan dan hari ke 7 nati akan mendapat
beras, telor, mie dan lain-lain.
elian itu ada sebuah tradisi yang di namakan "Barik an" katanya
tradisi ini dilakukan kalau nanti pak petinggi dapat mimpi buruk tentang desa,
nanti jum'at wage ada pengumuman dari masjid kalau nanti akan diadakan barik
an, nanti semua oranga pada berkumpul di makam yang dianggap yang telah
berperan dalam desa itu, seperti makam yang ada di samping nama nya adalah
makan "Mbah Wadang" nanti setelah sholat jum'at masyarakat
berbondong-bondog ke makam mbah wadang dengan membawa nasi dengan lauk ikan
asin telor putih dan jangan-janganan yang nanti di doakan kyai dan di makan
bersama di tempat itu dengan tujuan untuk memperoleh keselamatan, selain makam
mbah wadang ada juga makam mbah temenggung cendol dan mbah petinggi. Selian itu
itu tradisi untuk memperingati 40 ,100,1000 hari kematian biasany diadakan doa
bersama, ada juga 7 bulan mengandung diadakan slametan, sebelum punya gawe
"mau melakukan pernikahan/sunatan" diadakan khajatan, sebelum
kahajatan itu juga adanya ke makam mbah wadang untuk meminta kelancaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar