Rabu, 15 Januari 2014

Analisa Berita Dengan Pemikiran Politik Barat (harpan)

Pemikiran-Pemikiran Niccolo Machiavelli
Ajaran Niccolo Machiavelli tentang negara dan hukum ditulis dalam bukunya yang sangat terkenal yang diberi nama II Principle artinya Sang Raja atau Buku Pelajaran untuk Raja. Buku ini dimaksudkan untuk dijadikan tuntutan atau pedoman bagi para raja dalam menjalankan pemerintahanya, agar raja dapat memegang dan menjalankan pemerintahan dengan baik, untuk menyatukan kembali negara Italia yang pada wkatu itu mengalami kekacauan dan daerah negara terpecah-belah. Dalam buku tersebut juga menerangkan Pendirian Machiavelli terhadap azas-azas moral dan kesulilaan dalam susunan ketatanegaraan. Ia menunjukkan dengan terang dan tegas pemisahan antara azas-azas kesusilaan dengan azas-azas kenegaraan yang berarti bahwa orang dalam lapangan ilmu kenegaraan tidak perlu menghiraukan atau memperhatian azas-azas kesusilaan. Orang, bahkan negara kepentingannya akan terugikan apabila tidak berbuat demikian.
Ajaran atau pandangan Niccolo Machiavelli tersebut diatas sangat terpengaruh bahkan dapat dikatakan merupakan pencerminan daripada apa yang dikenalnya dalam praktek sebagai seorang ahli negara dan apa yang dijalankannya, karena dianggapnya perlu sekali untuk menyelenggarakan kepentingan-kepentingan negara, diangkatnya menjadi toeri umum mengenai praktek ketatanegaraan dengan cara yang gagah dan berani. Disinilah Niccolo Maciavelli kelihatan sangat terpengaruh oleh keadaan di tanah airnya, Italia, karena keadaan di Italia pada waktu itu sedang mengalami kekacauan dan perpecahan, maka ia menginginkan terbentuknya Zentral Gewalt (sistem pemerintah sentral). Maksudnya ialah agar dengan demikian keadaan dapat menjadi tentram kembali.
Sebab itu berkatalah Niccolo Maciavelli dalam bukunya II Principe dalam bab 19 bahwa, “penguasa, yaitu pimpinan negara haruslah mempunyai sifat-sifat seperti kancil dan singa. Ia harus menjadi kancil untuk mencari lubang jaring dan menjadi singa untuk mengejutkan serigala. Jadi jelaslah bahwa raja atau pimpinan negara harus memiliki sifat-sifat cerdik pandai dan licin seibarat seekor kancil, akan tetapi harus pula memiliki sifat-sifat yang kejam dan tangan besi seibarat singa.
Tujuan Niccolo Maciavelli ialah untuk mencapai cita-cita atau tujuan politik demi kebesaran dan kehormatan negara Italia, agar menjadi seperti masa keemasan Romawi. Untuk itu diperlukan kekuatan dan kekuasaan yang dapat mempersatukan daerah-daerah sebagai negara tunggal. Oleh karena itu tujuan negara lain dengan masa lampau. Tujuan negara masa lampau menurut pendapatnya : kesempurnaan, kemuliaan abadi, untuk kepentingan perseorangan berupa penyempurnaan dari manusia. Sedangkan tujuan negara sekarang menghimpun dan mendapatkan kekuasaan yang sebesar-besarnya.
Berhubung dengan hal itu raja atau pimpinan negara boleh berbuat apa saja asalkan tujuan bisa tercapai maka dengan demikian terjadilah het doel heilight de middeled (tujuan itu menghalalkan / membenarkan semua cara atau usaha). Maka ajarannya disebut ajaran negara harus diutamakan dan apabila perlu negara dapat menindak kepentingan individu.






















ANALISIS KASUS
 Kasus yang akan di analisa adalah kasus mengenai tentang dinasti politik . dinasti politik adalah proses regenerasi kekuasaan untuk sebuah kepentingan (penguasa / elit) demi mempertahankan kekuasaan atau dominasi . dinasti politik sangat bertentangan dengan nilai demokrasi karena seorang pemimpin di pilih oleh rakyat secara langsung . di Indonesia sendiri dinasti politik merupakan hal yang biasa . misal seseorang memiliki jabatan di sebuah daerah menjadi salah satu pucuk pimpinan atau menjadi orang yang memiliki kekuasaan tertinggi otomatis jika dia menerapkan dinasti politik orang dari keluarganya entah anak atau saudara kandung atau orang yang masih memiliki hubungan darah akan di jadikan atau di usung menjadi penerus kepemimpinan nya atau menjabat di bidang lain tetapi memiliki kekuasaan yang tinggi pula.
Seperti sekarang ini yang ramai di beritakan media masa di Indonesia kasus gubernur Banten Ratu Atut . Ratu atut yang tersandung kasus korupsi ternyata juga menerapkan sistem dinasti politik . beberapa kerabat Ratu atut di daerah banten menduduki beberapa jabatan vital di daerah itu .
Kemudian ada lagi kasus bahwa SBY juga menerapkan dinasti politik . bukti nyata Ibas anak kandung SBY menduduki jabatan sebagai sekretaris jenderal (sekjen) di partai demokrat partai yang di pimpin oleh ayahnya sendiri . Meskipun sudah mengundurkan diri, Ibas sempat menyicipi kursi parlemen selama hampir 4 tahun sebagai anggota Komisi I DPR dari fraksi Partai Demokrat. Lucunya, setelah mundur, Ibas mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPR di Pemilu 2014.
Dengan kasus di atas berarti memang benar jika politik dinasti di Indonesia ini sudah hal yang biasa . padahal jika di teruskan kepemimpinan seperti ini dapat menimbulkan korupsi,kolusi,nepotisme (KKN) ,tidak ada perubahan yang signifikan ,dan juga kepemimpinan yang berjalan di tempat . jadi tidak demokratis.
Dinasti politik sangat jelas tidak cocok dengan sistem politik di negara ini yang menganut sistem demokrasi . rakyat lah yang pantas memilih pemimpinnya secara demokratis bukan karena dominasi sekelompok elit yang mengatur roda pemerintahan di negara ini . demokrasi itu memiliki asas dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat . machiavelli dalam teori nya menegaskan “penguasa, yaitu pimpinan negara haruslah mempunyai sifat-sifat seperti kancil dan singa. Ia harus menjadi kancil untuk mencari lubang jaring dan menjadi singa untuk mengejutkan serigala. Jadi jelaslah bahwa raja atau pimpinan negara harus memiliki sifat-sifat cerdik pandai dan licin seibarat seekor kancil, akan tetapi harus pula memiliki sifat-sifat yang kejam dan tangan besi seibarat singa.
Berarti seorang pemimpin memiliki kekuasaan penuh atas apa yang di kuasai dan juga licik dan kejam . mereka akan melakukan apa saja asal kepentingan mereka terpenuhi entah dengan menggunakan cara yang kotor atau menggunakan cara yang bersih. Lalu ada raja atau pimpinan negara boleh berbuat apa saja asalkan tujuan bisa tercapai maka dengan demikian terjadilah het doel heilight de middeled (tujuan itu menghalalkan / membenarkan semua cara atau usaha). Maka ajarannya disebut ajaran negara harus diutamakan dan apabila perlu negara dapat menindak kepentingan individu. pemikiran machiavelli ini memang benar . jika di kaitkan dengan dinasti politik apa yang di katakan machiavelli pemimpin bisa melakukan apa saja asal tujuan mereka tercapai termasuk dalam memperluas dominasi kekuasaan mereka atau mungkin menciptakan kekuasaan yang abadi dengan menerapkan dinasti politik .
Jika kebiasaan ini di teruskan maka nilai demokrasi di Indonesia akan hilang . rakyatpun akan sengsara dengan kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging di Indonesia ini . kasus Ratu Atut sendiri di yang tadinya menjabat sebagai gubernur Banten dengan dia melakukan praktek korupsi angka kemiskinan di banten bertambah , lalu pembangunan yang tidak ada kemajuan . memang benar jika dinasti politik dapat menimbulkan KKN . jadi sangat jelas jika dinasti politik di Indonesia sangat tidak cocok di negara ini












Perbandingan dinasti politik Ratu Atut dan SBY

Merdeka.com - Dinasti politik kembali ramai dibicarakan setelah adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana ditangkap KPK. Dengan penangkapan tersebut, KPK pun didesak untuk segera mengungkap keterlibatan sejumlah keluarga Atut yang memiliki jabatan strategis di pemerintahan daerah Banten.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) pun sempat menanggapi tentang politik dinasti yang ramai belakangan ini. SBY bahkan mengimbau agar monopoli kekuasaan tak dilakukan karena berdampak buruk.

"Masyarakat saya harap lebih aktif untuk memastikan bahwa di manapun negeri ini tidak terjadi monopoli, tidak terjadi konsentrasi kekuasaan," kata SBY saat jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/9) lalu.

Meskipun SBY tak menyebutkan secara eksplisit dinasti politik mana yang dimaksud. Namun, dalam jumpa pers saat itu, SBY menyikapi pembicaraan yang sedang ramai di media massa.

Menurut  SBY , dinasti politik telah melampaui batas kepatutan dalam berpolitik. Meskipun, ia mengakui jika tak ada satu pun larangan membangun dinasti dalam dunia politik.

"Mari kita bangun kehidupan pemerintahan dan bernegara yang baik. Kalau itu wajar, patut, maka Insya Allah tidak akan membawa keburukan apapun. Ini berlaku bagi semua di seluruh Indonesia, baik pusat maupun daerah," tegas Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Akan tetapi faktanya, SBY  juga sedang gencar membangun dinasti politik dari keluarga besar Cikeas. Terbukti, dalam Daftar Caleg Tetap (DCT) yang tercatat di data KPU, tercatat sebanyak 15 orang caleg Partai Demokrat merupakan keluarga besar Cikeas.

Suami/istri dan anak


Ratu Atut

Suami Gubernur Banten Atut, Hikmat Tomet, diketahui adalah anggota Komisi V DPR. Meskipun sedang sakit stroke ringan, Hikmat masih tercatat sebagai anggota parlemen dari Fraksi Partai Golkar.

Selain suaminya, anak kandung Ratu Atut yang bernama, Andika Hazrumy juga nyemplung di politik. Andika saat ini menjabat sebagai anggota DPD dari Provinsi Banten periode 2009-2014.

SBY

Anak bungsu SBY yakni, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) adalah seorang Sekretaris Jendral (Sekjen) di partai pimpinan ayahnya sendiri. Meskipun sudah mengundurkan diri, Ibas sempat menyicipi kursi parlemen selama hampir 4 tahun sebagai anggota Komisi I DPR dari fraksi Partai Demokrat. Lucunya, setelah mundur, Ibas mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPR di Pemilu 2014.

Adik kandung dan sepupu


Ratu Atut

Ratu Atut juga memberikan kesempatan kepada adik kandungnya yakni, Ratu Tatu Chasanah untuk terjun ke dunia politik di daerah Banten. Tidak tanggung-tanggung, Ratu Tatu langsung mencalonkan diri sebagai wakil bupati Serang Periode 2010-2015 lalu. Tatu pun menang dan akhirnya menjabat sebagai wakil bupati Serang sampai saat ini.

SBY

SBY tak punya saudara kandung, namun SBY menurunkan dinasti Cikeas kepada sepupunya yang bernama, Sartono Hutomo. Sartono diketahui adalah caleg dari Partai Demokrat dari dapil Jatim VII.

 Ipar


Ratu Atut

Ratu Atut juga punya adik ipar yang menjabat sebagai petinggi di pemerintahan Banten. Adalah Airin Rachmi Diany, istri adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana. Airin kini menjabat sebagai Wali Kota Tangerang Selatan periode 2011-2016.

SBY

Dinasti politik Cikeas tak hanya berhenti di keluarga kandung dan inti. Adik Ipar SBY, Hartanto Edhie Wibowo juga ikut meramaikan dinasti yang tercatat sebagai caleg dari Partai Demokrat dari dapil Banten III.

Tak hanya Hartanto, adik ipar SBY lainnya yakni, Agus Hermanto juga aktif di dunia politik. Bahkan Agus saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat yang ketua umumnya adalah kakak iparnya sendiri, yaitu SBY.

Keponakan dan Menantu


Ratu Atut

Menantu Ratu Atut, Ade Rossi Khoerunisa yang juga suami dari anak Atut, Andika Hazrumy saat ini menjabat wakil ketua DPRD Kota Serang periode 2009-2014.

SBY

Presiden SBY juga memberikan kesempatan kepada para keponakannya untuk terjun ke dunia politik. Mexicana Leo Hartanto adalah salah satu keponakan SBY yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari dari dapil DKI Jakarta I.

Selain itu ada pula Nurcahyo Anggorojati yakni anak dari adik ipar SBY, Hadi Utomo yang tercatat sebagai caleg dari Partai Demokrat di dapil Jateng VI.

Sumber : http://www.merdeka.com/politik/perbandingan-dinasti-politik-ratu-atut-dan-sby.html






Tidak ada komentar:

Posting Komentar