KONSERVASI KEBUDAYAAN MENUMBUHKAN KONSERVASI SUMBER DAYA
ALAM
(BUDAYA MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA)
(BUDAYA MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA)
abstract
Indonesia has many diverse cultures from Sabang to
Merauke, there are many cultures , preservation maintenance protection
kurangannya owned cultural impact on natural resources owned , many things that
cause a lack of maintenance of the protection of cultural preservation in
Indonesia , among others because it was considered an ancient culture or
cultures that disappear by itself because of the changing times , with so many
cultural influences to the future because that always instill positive things
in life like taking out the trash in place , so no flooding caused by litter or
soil is not fertile agricultural and plantation crops resulted in death due to
contaminated trash and can maintain existing ecosystems on the ground or in the
river , some cases of flooding and diseases such as diarrhea because people who
throw garbage in the river and a lot of fish , plants die from polluted by
garbage , hence the need for the protection of cultural preservation
maintenance on throw waste in place so no more complaints about diarrheal
disease due to mengkosumsi water around river banks and reduce the possibility
of overflow .
Key
words : culture , dispose of waste in place
abstrak
Indonesia memiliki banyak keanekaragaman kebudayaan dari
sabang sampai merauke terdapat banyak sekali kebudayaan, kurangannya
pelestarian pemeliharaan perlindungan kebudayaan yang dimiliki berdampak pada
sumberdaya alam yang dimiliki, banyak hal yang menyebabkan kurangnya
pelestarian pemeliharaan perlindungan kebudayaan di indonesia, diantaranya
karena kebudayaan itu sudah dianggap kuno atau kebudayaan itu hilang dengan
sendirinya karena perubahan zaman, dengan begitu banyak pengaruh untuk
kedepannya karena kebudayaan yang selalu menanamkan hal positif dalam kehidupan
seperti membuang sampah pada tempatnya, dengan begitu tidak adanya banjir yang
diakibatkan sampah atau tanah tidak subur yang mengakibatkan pertanian dan
perkebunan tanamannya pada mati karena tercemar sampah dan dapat menjaga
ekosistem yang ada ditanah maupun yang ada di sungai, beberapa kasus tentang
banjir dan penyakit seperti diare karena masyarakat yang membuang sampah
disungai dan banyak ikan, tumbuhan yang mati karena tercemar oleh sampah, oleh
karena itu perlunya pelestarian pemeliharaan perlindungan kebudayaan tentang
membuang sampah pada tempatnya sehingga tidak ada lagi keluhan tentang penyakit
diare akibat mengkosumsi air disekitar bantaran sungai dan mengurangi
kemungkinan bajir.
kata
kunci : kebudayaan, membuang sampah pada tempatnya
PENDAHULUAN
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan,
dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri
manusia dengan belajar (soerjono soekanto) budaya juga suatu cara hidup yang
berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari
generasi ke generasi, indonesia memiliki banyak sekali kebudayaan, kebudayaan
di setiap daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh
daerah di Indonesia, Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda, tujuh
unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural
universals, yaitu peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencarian hidup
dan sistem ekonomi sistem masyrakat , bahasa, kesenian, sistem pengetahuan dan
religi disamping itu kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia
dan masyarakat, bermacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan
anggotanyanya seperti kekuatan alam maupun kekuatan lainya
Hasil sebuah kebudayaan melahirkan tindakan untuk
melestarikan alam atau melindungi diri terhadap lingkungan alam, misalnya
masyrakat suku bangsa kubu yang tinggal di pedalaman daerah jambi masih
bersikap menyerah terhadap lingkungan alamnya. Rata-rata mereka itu masih
merupakan masyarakat yang belum mempunyai tempat tinggal tetap karena
persediaan bahan pangan semata-mata tergantung dari lingkungan alam, mereka
selalu melestarikan memelihara dan melidungi alam sekitarnya karena hanya itu
yang mereka andalkan untuk hidup sehari-hari kemungkinan memanfaatkan dan
menguasai lingkungan alamnya belum kuat, keadaan berlainan dengan masyarakat
yangt sudah kompleks taraf kebudayaan yang lebih tinggi memberikan
kemungkinan-kemunginan yang sangat luas untuk memanfaatkan hasil-hasil alam, kebudayaan
dalam masyarakat juga menghasilkan sebuah norma dan nila-nilai sosial yang
sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan kemasyrakatan atau
pergaulan dalam lingkungan.
Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara
harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris)Conservation yang
artinya pelestarian atau perlindungan.Sedangkan menurut ilmu lingkungan,
Konservasi adalah Upaya efisiensi dari penggunaan energi,
produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi
energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya. Upaya
perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya
alam (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang
reaksi kiamia atau transformasi fisik.Upaya suaka dan perlindungan jangka
panjang terhadap lingkunganSuatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu
wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat
berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.
Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan,
Konservasi [sumber daya alam hayati] adalah pengelolaan sumber daya alam hayati
yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan
persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman
dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam
(KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam
merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).
TUJUAN
Sekarang ini banyak masyrakat yang membuang sampah
sembarangan dengan adanya konservasi kebudayaan dapat menumbuhkan konservasi
lingkungan alam ( budaya membuang sampah pada tempatnya) diharapkan dengan
nantinya akan tercipta lingkungan yang bersih sehat dan indah.
PEMBAHASAN
kebudayaan pada masa ini sering dimaknai dengan
keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusaia dalam kehidupan
masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar atau seringkali
dimaknai pula hasil, karya, rasa dan cipta masyarakat, budaya dan konservasi di
ibaratkan seperti menyambung kayu mengggunakan sebuah paku, Tujuannya
mengeratkan agar kayu itu tidak putus-putus dalam artian paku yang diibaratkan
sebagai budaya dan kayu yang diibaratkan sebagai konservasi saling membutuhkan,
layaknya sebuah makhluk hidup konservasi dan budaya bekerja
sama mencapai dan proses kreatif dengan cara bersama-sama.
Konservasi budaya memiliki sebuah dimensi kebelakan dan
kedepan, dimensi kebelakangnya konservasi budaya ambil contoh saja disaat kecil
sering dinasehati untuk membuang sampah pada tempatnya itu sebagai budaya baik
yang sering dilakukan untuk menjaga ekosistem atau menjaga sumberdaya alam, nasehat
itu yang sering diucapkan orang tua kepada anaknya atau bapak ibu guru yang ada
di sekolah, dengan begitu dari kecil sudah di didik untuk menjaga kelestarian
lingkungan dan menjaga ekosistem, untuk jangka panjangnya kita yang biasa
mendengar nasehat itu akan enggan untuk melakukan hal yang negatif dalam
kebudayaan (membuang sampah sembarangan) sehingga untuk kedepannya akan
tercipta tanah yang subur banyak tanaman atau pepohonan yang tumbuh, bersihnya
sungai dan laut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai mata pencarian nelayan
untuk mencari ikan.
Seringkali kita jumpai tentang bencana banjir karena
adanya sampah yang menumpuk dibantaran sungai dan membuat wilayah pertanian
atau perkebunan tanamannya pada mati semua karena tanahnya tercemar oleh
bahan-bahan kimia akibat sampah itu, ambil contoh sampah plastik yang dibuang
sembarangan pada tanah dapat mengakibatkan tingkat kesuburan tanah berkurang
karena adanya logam berat yang terkandung dalam plastik, menurut darmono (1995)
faktor yang menyebabkan logam berat termasuk dalam zat pencemar adalah karena
adanya sifat-sifat logam berat yang tidak dapat terurai (non degradable) dan
mudah diabsorbsi, yang terpengaruh terutama adalah organisme dan tanaman yang
tumbuh ditanah atau habitat lainnya.
Dampak
Sampah pada Pencemaran Lingkungan
Sampah dari berbagai sumber dapat mencemari lingkungan,
baik lingkungan darat, udara maupun perairan. Pencemaran darat yang dapat
ditimbulkan oleh sampah misalnya ditinjau dari segi kesehatan sebagai tempat
bersarang dan menyebarnya bibit penyakit, sedangkan ditinjau dari segi
keindahan, tentu saja menurunnya estetika (tak enak di pandang mata).
Macam pencemaran udara yang ditimbulkannya misalnya
mengeluarkan bau yang tidak sedap, debu gas-gas beracun. Pembakaran sampah
dapat meningkatkan karbon monoksida (CO), karbo dioksida (CO2)
nitrogen-monoksida (NO), gas belerang,amoniak dan asap di udara. Asap di udara,
asap yang ditimbulkan dari bahan plastik ada yang bersifat karsinogen, artinya
dapat menimbulkan kanker, berhati-hatilah dalam membakar sampah !
Macam pencemaran perairan yang ditimbulkan oleh sampah
misalnya terjadinya perubahan warna dan bau pada air sungai, penyebaran bahan
kimia dan mikroorganisme yang terbawa air hujan
dan meresapnya bahan-bahan berbahaya sehingga mencemari sumur dan sumber
air. Bahan-bahan pencemar yang masuk kedalam air tanah dapat muncul ke
permukaan tanah melalui air sumur penduduk dan mata air, jika bahan pencemar
itu berupa B3 (bahan berbahaya dan beracun) misalnya air raksa (merkuri),
crhom, timbal, cadmium, maka akan berbahaya bagi manusia, karzena dapat
menyebabkan gangguan pada syaraf, cacat pada bayi, kerusakan sel-sel hati atau
ginjal.
1.
Akibat jangka pendek
Akibat jangka pendek membuang sampah sembarangan, mungkin
pada awalnya membuang sampah sembarangaan adalah hal yang biasa dilakukan tanpa
pikir panjang akan menjadi apa nantinya, biasanya akibat dari jangka pendek
adalah terjadi sebuah tempat berkembangbiaknya serangga-serangga yang menjadi
bibit-bibit penyakit. Seperti berkembangbiaknya nyamuk pada daerah itu dan
nantinya akan menyebabkan penyakit demam berdarah
2.
Akibat jangka panjang
Akibat jangka panjang membuang sampah sembarangan, setelah
sampah itu menjadi pemukiman bagi bibit-bibit penyakit, dalam jangka panjannya
sampah itu akan mengeluarkan bau yang tidak enak dan mencemari lingkungan,
misalnya pada jangka panjang nanti sampah yang ada dibantaran sungai akan
menjadi sebuah musibah bagi masyarakat seperti banjir yang ada dijakarta yang
sampai sekarang setiap tahunnya selalu banjir karena sampah yang menumpuk
dialiran sungai, selain banjir dalam jangka panjangnya sampah itu dapat merusak
ekosistem yang ada darat maupun diperairan.
Disungai ciliwung pencemaran air nya sudah diatas normal
yakni 80% tercemar akibat dari sampah yang dibuang sembarangan di sungai itu
ada juga pabrik-pabrik yang membuang limbahnya dibantaran sungai itu.
Seperti kasus, “Berani Buang Sampah di Jalan Ini? Denda
Rp 500 Ribu Menanti Anda” di jalan merpati, sorowajan, yogyakarta, memasang
spanduk yang mengancam denda RP 500 ribu bagi saiapa saja yang nekat membuang
sampah sembarangan, dengan cara ini masyarakat akan membuang sampah pada
tempatnya. Kasus lain seperti “Ketahuan Buang Sampah Sembarangan, Denda Rp
100.000” warga jakarta akan dilibatkan dalam pengolahan sampah, kedepanya akan
diterapkan rewaer and punishment dalam menjaga kebersihan di ibu kota,
masyarajat yang membuang sampah sembarangan aka ditindak tegas denga diberi
sanksi yakni pidana tiga bulan dan denda RP 100-500 ribu selain warga nantinya
akan diterapkan pada kantor pemerintahan atau perusahaan swasta. Nantinya,
Dinas Kebersihan akan bekerjasama dengan institusi Satuan Polisi Pamong Praja dan
Polri. Penegakan itu sendiri berlandaskan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008
tentang Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang
Pengolahan Sampah. Dengan rencana yang detail ini mungkin akan mengurai
pencemaran yang ada di daerah jakarta dan akan membangkitkan kembali adanya
budaya membuang sampah pada tempatya.
Cara untuk melestarikan Budaya Membuang Sampah Pada
Tempatnya
·
Mengadakan Sosialisai tentang bahaya sampah jika dibuang sembarangan
·
Mengadakan Bank sampah dimasyarakat
·
Lomba kebersihan disetiap RT atau RW setiap minggunya
·
Mengadakan acara bulan bersih di kabupaten atau kota
·
Pemanfaatn barang bekas
KESIMPULAN
Konservasi budaya sangat berguna sekali untuk hidup di
masa depan nati semakin perubahan zaman nanti semakin orang lupa akan budayanya
sendiri, budaya yang terkecil saja seperti membuang sampah pada tempatnya pada
era sekarang pun sudah menjadi jarang kita lihat, padahal waktu kecil sudah
sering dinasehati untuk membuang sampah pada tempatnya, dan juga banyak ruginya
kalau kita membuang sampah sembarangan dari munculnya bibit-bibit penyakit, bau
yang tidak enak dihirup (polusi), dalam jangka panjang juga dapat menjadi
penyebab bencana banjir karena membuang sampah di sungai, oleh karena itu
masyarakat perlu mendidik anak-anak nya dari kecil untuk membuang sampah pada
tempat jadikan budaya itu menjadi budaya yang nomer satu ada pada pikiran anak
agar diaat berkembang nanti mereka membuang sampah pada tempatnya dan nantinya akan menjaga ekosistem.
DAFTAR PUSTAKA
Soerjono soekanto. Sosiologi sebagai pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar